Showing posts with label Do'a. Show all posts
Showing posts with label Do'a. Show all posts
Monday, 11 April 2016
Sholat Khusu'
Tip menghadirkan
khusyu dalam sholat
Menghadirkan khusyu'
dalam sholat dalam dilakukan melalui dua cara. Pertama: mengupayakan
amalan-amalan yang merangsang kekhusyu'an dan kedua: menghilangkan hal-hal yang
merusak kekhusyu'an.
Adapun amalan-amalan
yang mengantarkan kepada kekhusyu'an adalah sbb:
1.
Persiapkan
diri untuk sholat. Itu dimulai dengan mendengarkan adzan dan mengikutinya,
berdoa adzan, memperbaiki wudlu, berdoa setalah wudlu, melakukan siwak sebelum
sholat, mempesiapkan baji sholat, tempat sholat dan menunggu waktu sholat.
Bukan bergegas sholat ketika waktu hampir lewat.
2.
Thoma'ninah:
yaitu berhenti sejenak pada setiap rukun-rukun sholat. Dalam hadist
diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. ketika sholat, beliau melakukan thma'ninah
hingga semua anggota badan beliau kembali pada tempatnya. (H.R. Abu Dawud dll.)
Dalam hadist lain Rasulullah s.a.w. bersabda:"Seburuk-buruk pencuri adalah
pencuri sholat. Bagaimana itu wahai Rasulullah, tanya sahabat. "Mereka
yang tidak menyempurnakan ruku' dan sujudnya. (H.R. Ahmad dan Hakim: sahih).
Seseorang tidak akan bisa khusyu' tanpa thoma'ninah ini karena cepatnya pergerakan
sholat telah menghilangkan kekhusyu'an dan konsentrasi hati.
3.
Ingat
kematian saat sholat. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:"Ingatlah mati
saat kamu sholat, sesungguhnya seseorang yang ingat mati saat sholat maka ia
akan memperbaiki sholatnya, dan sholatlah seperti sholatnya orang yang mengira
itu sholatnya yang terakhir" (Dailami: sahih). Rasul juga pernah berpesan
kepada Abu Ayub r.a. "Sholatlah seperti sholatnya orang yang pamitan"
(Ahmad: sahih).
4.
Tadabbur
(menghayati) ayat-ayat Quran yang dibaca saat sholat, begitu juga dzikir-dzikir
dan bacaan sholat lainnya lainnya serta menyerapkannya dalam diri mushalli.
Monday, 14 May 2012
Sholawat Nabi
Keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW :
Perintah Allah dengan FirmanNya : Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat pada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bacalah shalawat dan salam pada nabi dengan sesungguhnya.
Hadits nabi :
Rosulullah bersabda : Barang siapa membaca shalawat untukku satu kali,
maka Allah akan bershalawat ( memberikan rahmat ) untuknya 10 kali.
Siapa yang membaca shalawat untukku 10 kali maka Allah bershalawat (
memberikan rahmat ) 100 kali. Siapa yang membaca shalawat untukku 100
kali maka Allah akan menulis di antara kedua matanya kebebasan dari
Munafik ( orang kafir berpura-pura Islam padahal hatinya tidak ), akan
dibebaskan dari api neraka, dan ditempatkan nanti di hari kiamat dengan
kelompok orang yang mati syahid.
Nabi bersabda : bacalah
shalawat untuk karena bacaan shalawatmu akan menjadi penebus
dosa-dosamu dan akan menjadi kesucian untukmu. Siapa yang membaca
shalawat untukku satu kali maka Allah akan memberikan rahmat dan kasih
sayangNya 10 kali lipat.
Masih banyak hadits-hadits yang
menyebutkan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Marilah
kita bershalawat untuk Nabi. Semoga kita akan mendapatkan
syafaat-syafaatnya baik di dunia dan akherat. Amien Amien ya
Mujibassailin.
SHALAWAT IBRAHIMIYAH
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ
في العالمين إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ
SHALAWAT NARIYAH TAFRIJIYAH
أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
SHALAWAT FATIH
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أَغْلَقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ, نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ الْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمَسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارُهُ عَظِيْمٌ
Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada beliau, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya dengan sebenar-benar kekuasaanNya yang Maha Agung.
SHALAWAT MUNJIYAT
Bacaan shalawat munjiyat dapat dilihat di sini!
SHALAWAT ANNUR ADZ-DZATI (النور الذاتي)
Oleh Abul Hasan Asy-Syadzili
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّورِ الذَّاتِي وَالسِّرِّ السَّارِي فِي سَائِرِ الأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ
SHALAWAT AL-KAMALIYAH
اللَّهُمَّ صَلِّ وَبَارِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ عَدَدَ كَمَالِ الله وَكَمَا يَلِيقُ بِكَمَالِهِ
SHALAWAT AL-IN'AM
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ عَدَدَ إِنْعَامِ الله وَأِفْضَالِهِ
SHALAWAT AHMAD AL-BADAWI
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الأَنْوَارِ. وَسِرِّ الأَسِرَارِ. وَتِرْيَاقِ الأَغْيَارِ. وَمِفْتَاحِ بَابِ الْنَسَارِ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ. وَآلِهِ الأَطْهَارِ. وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ. عَدَد نِعَمِ الله وَأِفْضَالِهِ
HUKUM MEMBACA SHALAWAT
1. Wajib.
a. Hukum membaca shalawat ibrahimiyah itu wajib (a) pada saat tahiyat akhir shalat. Baik shalat fardhu yang lima waktu maupun shalat sunnah.
b. Wajib membaca shalawat sekali seumur hidup.[1]
c. Wajib mengucapkan shalawat ketika mendengar nama Nabi Muhammad disebut, menurut pendapat Imam Tahawi.
2. Sunnah muakkad pada situasi di luar shalat.
DASAR HUKUM SHALAWAT
1. Qur'an Al-Ahzab 33:56
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
2. Hadits:
أولى الناس بي يوم القيامة أكثرهم عليّ صلاة
3. Hadits:
البخيل من ذُكرتُ عندَه ثم لم يصلّ عليّ
MAKNA DEFINISI SHALAWAT
Secara etimologis shalawat adalah bentuk jamak dari bentuk tunggal shalah (الصلاة) yang berarti doa (lihat: Al-Mu'jamul Wasith). Secara terminologis, shalawat memiliki sejumlah pengertian antara lain sebagai berikut:
a. Shalawat dari Allah kepada manusia yang bermakna memberi rahmat seperti dalam QS Al-Ahzab 33:43.
b. Shalawat dari malaikat kepada umat Islam (mukminin) yang bermakna permohonan ampun malaikut untuk umat Islam.
c. Shalawat dari seorang muslim kepada muslim yang lain yang bermakna doa seperti dalam QS At-Taubah 9:103.
d. Shalawat dari manusia kepada Allah yang bermakna ibadah khusus pada Allah dalam waktu dan cara tertentu sesuai syariah seperti dalam QS Al-Kautsar 108:2.
Ibnu Hajar al-Makki menyimpulkan makna shalawat sebagai berikut: shalawat dari Allah berarti rahmat, dari malaikat dan manusia berarti doa atau permohonan rahmat untuk Nabi Muhammad.[2]
====================
CATATAN AKHIR DAN RUJUKAN:
[1] Al Qurthubi dalam tafsir Al-Qurtubi mengatakan: لا خلاف في وجوبها في العمر مرة، وأَنها واجبة في كل حين وجوب السنن المؤكدة.
[2] ابن حجر المكي dalam الجوهر المنظم في زيارة القبر الشريف النبوي المكرم
Monday, 29 November 2010
Do'a Maqbul
Orang-orang yang dikabulkan do'a-nya
Banyak orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk berdo'a, padahal boleh jadi seseorang itu tergolong yang mustajab do'anya tetapi kesempatan baik itu banyak disia-siakan. Maka seharusnya setiap muslim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdoa sebanyak mungkin baik memohon sesuatu yang berhubungan dengan dunia atau akhirat.
Di antara orang-orang yang doanya mustajab.
Dari Abu Darda' bahwa dia berkata bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Artinya : Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : "Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan".
(Shahih Muslim, kitab Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib).
Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan seorang muslim mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh, jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka tetap mendapatkan keutamaan tersebut.
Oleh sebab itu sebagian ulama salaf tatkala berdoa untuk diri sendiri dia menyertakan saudaranya dalam doa tersebut, karena disamping terkabul dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya.
(Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi 17/49)
Dari Shafwan bin Abdullah bahwa dia berkata :
Saya tiba di negeri Syam lalu saya menemui Abu Darda' di rumahnya, tetapi saya hanya bertemu dengan Ummu Darda' dan dia berkata :
Apakah kamu ingin menunaikan haji tahun ini ? Saya menjawab : Ya.
Dia berkata : Doakanlah kebaikan untuk kami karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada dihadapannya terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang ditugaskan kepadanya, tatkala dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat
yang di tugaskan kepadanya mengucapkan : Amiin dan bagimu seperti yang kau doakan".
Shafwan berkata : "Lalu saya keluar menuju pasar dan bertemu dengan Abu Darda', beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari Nabi. (Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Doa bab Fadlud Doa Lil Muslimin fi Dahril Ghaib 8/86-87)
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa jika seorang muslim mendoakan saudaranya kebaikan dari tempat yang jauh dan tanpa diketahui oleh saudara tersebut, maka doa tersebut akan dikabulkan, sebab doa seperti itu lebih berbobot dan ikhlas karena jauh dari riya dan sum'ah serta berharap imbalan sehingga lebih diterima oleh Allah. (Mir'atul Mafatih 7/349-350)
Catatan :
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa Imam Karmani menukil dari Al-Qafary bahwa ucapan doa seorang : "Ya Allah ampunilah dosa semua kaum muslimin" adalah doa terhadap sesuatu yang mustahil sebab pelaku dosa besar mungkin masuk Neraka dan masuk Neraka bertolak belakang dengan permohonan pengampunan, bisa saja pelaku dosa besar di doakan, sebab yang mustahil adalah mendoakan pelaku dosa besar yang kekal di Neraka, selagi masih bisa keluar karena syafaat atau dimaafkan, maka itu termasuk pengampunan secara keseluruhan.
Ucapan orang di atas bertentangan dengan doa Nabi Nuh 'Alaihis Salam dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Artinya : Ya Rabb! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang-orang mukmin yang masuk ke rumahku dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan". (Nuh : 28).
Dan juga bertentangan dengan doa Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Artinya : Ya Rabbi, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab". (Ibrahim : 41)
Serta Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga diperintahkan seperti itu yang terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Artinya : Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan". (Muhammad : 19)
Yang jelas permohonan dengan lafazh umum tidak mengharuskan permohonan untuk setiap orang secara kolektif.
Mungkin yang dimaksud oleh Al-Qafary bahwa mendoakan kaum muslimin secara kolektif dilarang bila seorang yang berdoa menginginkan keseluruhan tanpa pengecualian dan bukan pelarangan terhadap syariat doanya. (Fathul Bari 11/202)
2. Orang yang Memperbanyak Berdoa Pada Saat Lapang dan Bahagia
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya :Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah,maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang". (Sunan At-Tirmidzi), kitab Da'awaat bab Da'watil Muslim mustajabah 12/274. Hakim dalam Mustadrak. Dishahihkan oleh Imam Dzahabi 1/544, dan di
hasankan oleh Al-Albani No. 2693).
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits di atas adalah hendaknya seseorang memperbanyak doa pada saat sehat, kecukupan dan selamat dari cobaan, sebab ciri seorang mukmin adalah selalu dalam keadaan siaga sebelum membidikkan panah. Maka sangat baik jika seorang mukmin selalu berdoa kepada Allah sebelum datang bencana berbeda dengan orang kafir dan zhalim sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Artinya : Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya ; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu".
(Az-Zumar :8).
Dan firman Allah : "Artinya : Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri,tetapi setelah
Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya". (Yunus : 12. Mir'atul Mafatih 7/360).
3. Orang yang teraniaya
Dari Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)".(Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38)
Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah
bersabda :
"Artinya : Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia seorang durhaka, maka kedurhakaannya akan kembali kepada diri sendiri". (Musnad Ahmad 2/367. Dihasankan sanadnya oleh Mundziri dalam Targhib 3/87 dan Haitsami dalam Majma' Zawaid 10/151, dan Imam 'Ajluni No. 1302)
4 & 5. Doa Orang Tua terhadap anaknya dan Doa seorang musafir
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Artinya : Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang teraniyaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya". (Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Do'a bi Dhahril Ghaib 2/89. Sunan At-Tirmidzi, kitab Al-Bir bab Doaul Walidain 8/98-99.Sunan Ibnu Majah, kitab Doa 2/348 No. 3908. Musnad Ahmad 2/478. ihasankan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 596)
6. Doa Orang yang sedang puasa
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Tiga doa yang tidak ditolak ; doa orang tua terhadap anaknya ; doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir". (Sunan Baihaqi, kitab Shalat Istisqa bab Istihbab Siyam Lil Istisqa' 3/345. Dishahihkan oelh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 797).
7. Doa Orang dalam keadaan terpaksa
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : "Artinya : Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya,dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan
(yang lain)? Amat sedikitlah kamu menginga(Nya)". (An-Naml : 62)
Imam As-Syaukani berkata bahwa ayat diatas menjelaskan betapa manusia sangat membutuhkan Allah dalam segala hal terlebih orang yang dalam keadaan terpaksa yang tidak mempunyai daya dan upaya. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan orang terpaksa adalah orang-orang yang berdosa dan sebagian yang lain berpendapat bahwa yang dimaksud terpaksa adalah orang-orang yang hidup dalam kekurangan, kesempitan atau sakit, sehingga harus mengadu kepada Allah.
Dan huruf lam dalam kalimat Al-Mudhthar untuk menjelaskan jenis bukan istighraq (keseluruhan). Maka boleh jadi ada sebagian orang yang berdoa dalam keadaan terpaksa tidak dikabulkan dikarenakan adanya penghalang yang mengh alangi terkabulnya doa tersebut. Jika tidak ada penghalang, maka Allah telah menjamin bahwa doa orang dalam keadaan terpaksa pasti dikabulkan.
Yang menjadi alasan doa tersebut dikabulkan karena kondisi terpaksa bisa mendorong seseorang untuk ikhlas berdoa dan tidak meminta kepada selain-Nya. Allah telah mengabulkan doa orang-orang yang ikhlas berdoa meskipun dari orang kafir, sebagaimana firman Allah : "Artinya : Sehingga tatkala kamu di dalam bahtera, dan meluncurkan bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan keta'atan kepada-Nya semata-mata'. (Mereka berkata) :'Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini,pastilah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". (Yunus : 22)
Dan Allah berfirman dalam ayat lain : "Artinya : Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Alla)".(Al-Ankabut : 65)
Dari ayat di atas Allah mengabulkan doa mereka, padahal Allah tahu bahwa mereka pasti akan kembali kepada kesyirikan. (Fathul Qadir 4/146-147)
Imam Ibnu Katsir berkata bahwa Imam Hafizh Ibnu 'Asakir mengisahkan seorang yang bernama Abu Bakar Muhammad bin Daud Ad-Dainuri yang terkenal dengan kezuhudannya. Orang tersebut berkata :
"Saya menyewakan kuda tunggangan dari Damaskus ke negeri Zabidany, pada satu ketika ada seorang menyewa kuda saya dan meminta untuk melewati jalan yang tidak pernah saya kenal sebelumnya".
Dia berkata : "Ambillah jalan ini karena lebih dekat".
Saya bertanya : "Bolehkah saya memilih jalan ini".
Dia berkata : "Bahkan jalan ini lebih dekat".
Akhirnya kami berdua menempuh jalan itu sehingga kami sampai pada suatu tempat yang angker dan jurangnya yang sangat curam yang di dalamnya terdapat banyak mayat.
Orang tersebut berkata : "Peganglah kepala kudamu, saya akan turun".
Setelah dia turun dan menyingsingkan baju lalu menghunuskan golok bermaksud ingin membunuh saya, lalu saya melarikan diri darinya, akan tetapi dia mampu mengejarku.
Saya katakan kepadanya : "Ambillah kudaku dan semua yang ada padanya".
Dia berkata : "Kuda itu sudah milikku, tetapi aku ingin membunuhmu".
Saya mencoba menasehati agar dia takut kepada Allah dan siksaan-Nya tetapi ternyata dia seorang yang tidak mudah menerima nasehat, akhirnya saya menyerahkan diri kepadanya.
Saya berkata kepadanya : "Apakah anda mengizinkan saya untuk shalat?"
Dia berkata : "Cepat shalatlah!"
Lalu saya beranjak untuk shalat akan tetapi badan saya gemetar sehingga saya tidak mampu membaca ayat Al-Qur'an sedikitpun dan hanya berdiri kebingungan.
Dia berkata : "cepat selesaikan shalatmu!", maka setelah itu seakan-akan Allah membukakan mulut saya dengan suatu ayat yang "Artinya : Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan". (An-Naml : 62)
Tidak terduga muncul dari mulut bukit seorang satria datang ke arah kami dengan menggemgam tombak di tangannya, lalu melempar tombak tersebut ke arah orang tadi dan tombakpun mengenai jantungnya lalu seketika itu orang tersebut langsung mati terkapar.
Setelah itu, maka saya memegang erat-erat satria tersebut dan saya bertanya : "Demi Allah siapakah engkau sebenarnya?"
Dia mejawab : "Saya adalah utusan Dzat Yang Maha Mengabulkan permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa tatkala dia berdoa dan menghilangkan segala malapetaka".
Kemudian saya mengambil kuda dan semua harta lalu pulang dalam keadaan selamat. (Tafsir Ibnu Katsir 3/370-371)
Wahai orang yang ingin dikabulkan doanya, perbanyaklah berdoa pada waktu lapang agar doa Anda dikabulkan pada saat lapang dan sempit. Semoga ada manfaatnya buat menambah pengetahuan dan ke imanan kita, Aamiin yaa Rabbal`alamin.
Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia
Kesalahan Dalam Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin
Ibrahim Ar-rumaih, hal 174-180 terbitan Darul Haq,
penerjemah Zaenal Abidin Lc
(Shahih Muslim, kitab Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib).
Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan seorang muslim mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh, jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka tetap mendapatkan keutamaan tersebut.
Oleh sebab itu sebagian ulama salaf tatkala berdoa untuk diri sendiri dia menyertakan saudaranya dalam doa tersebut, karena disamping terkabul dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya.
(Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi 17/49)
Dari Shafwan bin Abdullah bahwa dia berkata :
Saya tiba di negeri Syam lalu saya menemui Abu Darda' di rumahnya, tetapi saya hanya bertemu dengan Ummu Darda' dan dia berkata :
Apakah kamu ingin menunaikan haji tahun ini ? Saya menjawab : Ya.
Dia berkata : Doakanlah kebaikan untuk kami karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada dihadapannya terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang ditugaskan kepadanya, tatkala dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat
yang di tugaskan kepadanya mengucapkan : Amiin dan bagimu seperti yang kau doakan".
Shafwan berkata : "Lalu saya keluar menuju pasar dan bertemu dengan Abu Darda', beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari Nabi. (Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Doa bab Fadlud Doa Lil Muslimin fi Dahril Ghaib 8/86-87)
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa jika seorang muslim mendoakan saudaranya kebaikan dari tempat yang jauh dan tanpa diketahui oleh saudara tersebut, maka doa tersebut akan dikabulkan, sebab doa seperti itu lebih berbobot dan ikhlas karena jauh dari riya dan sum'ah serta berharap imbalan sehingga lebih diterima oleh Allah. (Mir'atul Mafatih 7/349-350)
Catatan :
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa Imam Karmani menukil dari Al-Qafary bahwa ucapan doa seorang : "Ya Allah ampunilah dosa semua kaum muslimin" adalah doa terhadap sesuatu yang mustahil sebab pelaku dosa besar mungkin masuk Neraka dan masuk Neraka bertolak belakang dengan permohonan pengampunan, bisa saja pelaku dosa besar di doakan, sebab yang mustahil adalah mendoakan pelaku dosa besar yang kekal di Neraka, selagi masih bisa keluar karena syafaat atau dimaafkan, maka itu termasuk pengampunan secara keseluruhan.
Ucapan orang di atas bertentangan dengan doa Nabi Nuh 'Alaihis Salam dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Artinya : Ya Rabb! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang-orang mukmin yang masuk ke rumahku dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan". (Nuh : 28).
Dan juga bertentangan dengan doa Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Artinya : Ya Rabbi, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab". (Ibrahim : 41)
Serta Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga diperintahkan seperti itu yang terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Artinya : Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan". (Muhammad : 19)
Yang jelas permohonan dengan lafazh umum tidak mengharuskan permohonan untuk setiap orang secara kolektif.
Mungkin yang dimaksud oleh Al-Qafary bahwa mendoakan kaum muslimin secara kolektif dilarang bila seorang yang berdoa menginginkan keseluruhan tanpa pengecualian dan bukan pelarangan terhadap syariat doanya. (Fathul Bari 11/202)
2. Orang yang Memperbanyak Berdoa Pada Saat Lapang dan Bahagia
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya :Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah,maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang". (Sunan At-Tirmidzi), kitab Da'awaat bab Da'watil Muslim mustajabah 12/274. Hakim dalam Mustadrak. Dishahihkan oleh Imam Dzahabi 1/544, dan di
hasankan oleh Al-Albani No. 2693).
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits di atas adalah hendaknya seseorang memperbanyak doa pada saat sehat, kecukupan dan selamat dari cobaan, sebab ciri seorang mukmin adalah selalu dalam keadaan siaga sebelum membidikkan panah. Maka sangat baik jika seorang mukmin selalu berdoa kepada Allah sebelum datang bencana berbeda dengan orang kafir dan zhalim sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Artinya : Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya ; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu".
(Az-Zumar :8).
Dan firman Allah : "Artinya : Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri,tetapi setelah
Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya". (Yunus : 12. Mir'atul Mafatih 7/360).
3. Orang yang teraniaya
Dari Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)".(Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38)
Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah
bersabda :
"Artinya : Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia seorang durhaka, maka kedurhakaannya akan kembali kepada diri sendiri". (Musnad Ahmad 2/367. Dihasankan sanadnya oleh Mundziri dalam Targhib 3/87 dan Haitsami dalam Majma' Zawaid 10/151, dan Imam 'Ajluni No. 1302)
4 & 5. Doa Orang Tua terhadap anaknya dan Doa seorang musafir
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Artinya : Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang teraniyaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya". (Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Do'a bi Dhahril Ghaib 2/89. Sunan At-Tirmidzi, kitab Al-Bir bab Doaul Walidain 8/98-99.Sunan Ibnu Majah, kitab Doa 2/348 No. 3908. Musnad Ahmad 2/478. ihasankan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 596)
6. Doa Orang yang sedang puasa
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Tiga doa yang tidak ditolak ; doa orang tua terhadap anaknya ; doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir". (Sunan Baihaqi, kitab Shalat Istisqa bab Istihbab Siyam Lil Istisqa' 3/345. Dishahihkan oelh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 797).
7. Doa Orang dalam keadaan terpaksa
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : "Artinya : Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya,dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan
(yang lain)? Amat sedikitlah kamu menginga(Nya)". (An-Naml : 62)
Imam As-Syaukani berkata bahwa ayat diatas menjelaskan betapa manusia sangat membutuhkan Allah dalam segala hal terlebih orang yang dalam keadaan terpaksa yang tidak mempunyai daya dan upaya. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan orang terpaksa adalah orang-orang yang berdosa dan sebagian yang lain berpendapat bahwa yang dimaksud terpaksa adalah orang-orang yang hidup dalam kekurangan, kesempitan atau sakit, sehingga harus mengadu kepada Allah.
Dan huruf lam dalam kalimat Al-Mudhthar untuk menjelaskan jenis bukan istighraq (keseluruhan). Maka boleh jadi ada sebagian orang yang berdoa dalam keadaan terpaksa tidak dikabulkan dikarenakan adanya penghalang yang mengh alangi terkabulnya doa tersebut. Jika tidak ada penghalang, maka Allah telah menjamin bahwa doa orang dalam keadaan terpaksa pasti dikabulkan.
Yang menjadi alasan doa tersebut dikabulkan karena kondisi terpaksa bisa mendorong seseorang untuk ikhlas berdoa dan tidak meminta kepada selain-Nya. Allah telah mengabulkan doa orang-orang yang ikhlas berdoa meskipun dari orang kafir, sebagaimana firman Allah : "Artinya : Sehingga tatkala kamu di dalam bahtera, dan meluncurkan bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan keta'atan kepada-Nya semata-mata'. (Mereka berkata) :'Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini,pastilah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". (Yunus : 22)
Dan Allah berfirman dalam ayat lain : "Artinya : Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Alla)".(Al-Ankabut : 65)
Dari ayat di atas Allah mengabulkan doa mereka, padahal Allah tahu bahwa mereka pasti akan kembali kepada kesyirikan. (Fathul Qadir 4/146-147)
Imam Ibnu Katsir berkata bahwa Imam Hafizh Ibnu 'Asakir mengisahkan seorang yang bernama Abu Bakar Muhammad bin Daud Ad-Dainuri yang terkenal dengan kezuhudannya. Orang tersebut berkata :
"Saya menyewakan kuda tunggangan dari Damaskus ke negeri Zabidany, pada satu ketika ada seorang menyewa kuda saya dan meminta untuk melewati jalan yang tidak pernah saya kenal sebelumnya".
Dia berkata : "Ambillah jalan ini karena lebih dekat".
Saya bertanya : "Bolehkah saya memilih jalan ini".
Dia berkata : "Bahkan jalan ini lebih dekat".
Akhirnya kami berdua menempuh jalan itu sehingga kami sampai pada suatu tempat yang angker dan jurangnya yang sangat curam yang di dalamnya terdapat banyak mayat.
Orang tersebut berkata : "Peganglah kepala kudamu, saya akan turun".
Setelah dia turun dan menyingsingkan baju lalu menghunuskan golok bermaksud ingin membunuh saya, lalu saya melarikan diri darinya, akan tetapi dia mampu mengejarku.
Saya katakan kepadanya : "Ambillah kudaku dan semua yang ada padanya".
Dia berkata : "Kuda itu sudah milikku, tetapi aku ingin membunuhmu".
Saya mencoba menasehati agar dia takut kepada Allah dan siksaan-Nya tetapi ternyata dia seorang yang tidak mudah menerima nasehat, akhirnya saya menyerahkan diri kepadanya.
Saya berkata kepadanya : "Apakah anda mengizinkan saya untuk shalat?"
Dia berkata : "Cepat shalatlah!"
Lalu saya beranjak untuk shalat akan tetapi badan saya gemetar sehingga saya tidak mampu membaca ayat Al-Qur'an sedikitpun dan hanya berdiri kebingungan.
Dia berkata : "cepat selesaikan shalatmu!", maka setelah itu seakan-akan Allah membukakan mulut saya dengan suatu ayat yang "Artinya : Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan". (An-Naml : 62)
Tidak terduga muncul dari mulut bukit seorang satria datang ke arah kami dengan menggemgam tombak di tangannya, lalu melempar tombak tersebut ke arah orang tadi dan tombakpun mengenai jantungnya lalu seketika itu orang tersebut langsung mati terkapar.
Setelah itu, maka saya memegang erat-erat satria tersebut dan saya bertanya : "Demi Allah siapakah engkau sebenarnya?"
Dia mejawab : "Saya adalah utusan Dzat Yang Maha Mengabulkan permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa tatkala dia berdoa dan menghilangkan segala malapetaka".
Kemudian saya mengambil kuda dan semua harta lalu pulang dalam keadaan selamat. (Tafsir Ibnu Katsir 3/370-371)
Wahai orang yang ingin dikabulkan doanya, perbanyaklah berdoa pada waktu lapang agar doa Anda dikabulkan pada saat lapang dan sempit. Semoga ada manfaatnya buat menambah pengetahuan dan ke imanan kita, Aamiin yaa Rabbal`alamin.
Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia
Kesalahan Dalam Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin
Ibrahim Ar-rumaih, hal 174-180 terbitan Darul Haq,
penerjemah Zaenal Abidin Lc
Tuesday, 1 July 2008
Orang yang didoakan Malaikat
Agar kita didoakan malaikat
Setiap orang yang beriman pasti menginginkan agar dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Banyak cara yang dapat menjadikan dosa seseorang diampuni, diantaranya dengan doa yang dipanjatkan oleh para malaikat kepada Allah.
Berikut ini akan dipaparkan beberapa type orang beriman yang mendapatkan kemuliaan dengan didoakan dan dimohonkan ampun oleh para malaikat, diantaranya:
1. orang yang tidur dalam keadaan berwudhu.
rasullah bersabda:
“sucikanlah badan-badan kalian, semoga Allah mensucikan kalian. Karena tidaklah seorang hamba yang tidur dalam keadaan suci melainkan sesosok malaikat akan tidur bersama dalam pakaiannya. Tidak satu saatpun ia mebalikan tubuhnya melainkan malaikat tersebut akan berkata: “ya Allah, ampunilah hambamu ini karena ia tidur dalam keadaan suci.”(HR. Thabrani)
sungguh amat menguntungkan menjadi orang yang tidur dalam keadaan bersuci, disaat dirinya beristirahat dan terlelap dalam tidurnya, ada makhluk suci yang mendoakan dan memintakan ampun untuknya kepada Allah.
2. orang yang duduk menunggu sholat.
Orang yang duduk menunggu datangnya waktu sholat, atau orang yang sudah sholat kemudian menunggu datangnya sholat berikutnya maka ia dianggap sedang melaksanakan sholat selama ia belum batal wudhunya. Dan selama itu ia akan didoakan oleh malaikat.
Rasulullah bersabda:
“tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu ditegakkannya sholat melainkan ia (dihitung) dalam keadaan melaksanakan sholat selama ia tidak berhadast. Malaikat akan mendoakannya:”ya Allah ampunilah ia, ya Allah berilah rahmat kepadanya.” (HR. muslim No 649)
dalam riwayat lain disebutkan:
“dan apabila ia telah melakukan sholat, maka malaikat akan terus mendoakannya selama ia masih berada di tempat sholatnya. Para malaikat itu berkata: ya Allah empunilah ia. Ya Allah berilah rahmat kepadanya. Dan salah seorang diantara kalian tetap mendapat pahala sholat selama ia menunggu datangnya sholat (berikutnya)” (HR. bukhari No 620)
3. orang yang berada pada shaf bagian depan dalam sholat.
orang yang sholat dishaf yang terdepan, terlebih lagi yang disebelah kanan maka ia akan dapat kemuliaan dengan didoakan oleh para malaikat.
Rasulullah bersabda:
“sesungguhnya Allah dan apara malaikatnya bershalawat atas (orang-orang yang sholat pada) shaf yang pertama”(HR. Ibnu Majah No 997)
dalam riwayat lain disebutkan:
“sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat atas (orang-orang yang sholat pada) shaf yang disebelah kanan,”(HR. Abu daud No 676)
4. orang yang bershalawat kepada rasulullah
orang yang sekali bershalawat kepada rasulullah maka Allah dan para malaikatnya akan membalasnya dengan tujuh puluh kali sholawat atasnya.
Hal ini sebagaimana pernyataan salah seorang sahabatnya yaitu Abdullah bin amru:
“barangsiapa sekali bershalawat kepada rasulullah maka Allah adan para malaikatnya adak abershalawat kepadanya sebanyak tujuh puluh kali.”(HR. Ahmad No 6569)
makna dari kata-kata Allah bershalawat kepadanya adalah memujinya, mensucikannya, memberkahinya, mengasihinya dan memuliakannya. (lihat zadur masir, Ibnu Jauzi 6/398)
5. orang yang gemar berinfaq dan bersedekah
rasulullah bersabda :
“tidaklah hamba-hamba yang berada dipagi hari melainkan ada dua malaikat yang turun (kepada mereka). Salah satu dari malaikat itu berkata: ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfaq dan malaikat yang lain berkata: “ya Allah, sirnakanlah(harta) orang yang kikir.”(HR. bukhari no 1374)
6. orang-orang yang melakukan santap sahur untuk berpuasa.
Rasulullah bersabda:
“sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat kepada orang-orang yang melakukan santap sahur.”(HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya).
Dalam riwayat lain disebutkan:
“makan sahur itu membawa berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya sekalipun engkau hanya bisas meminum seteguk air, karena sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat kepada orang-orang yang melakukan santap sahur.”(HR. Ahmad No 10702)
demikianlah beberapa type manusia yang akan mendapat kehormatan didoakan oleh para malaikat. Maka berlomba-lombalah untuk menjadi orang-orang tersebut dengan mengamalka apa-apa yang dituntunkan rasulullah dalam hadist-hadist di atas. WAllahu ta’ala a’lam bish showab
source: orang-orang yang didioakan malaikat, DR Fadhl Ilahi
2008
Powered by Blogger.
